Selasa, 07 Februari 2012

Kumpulan Statement Pada Pascal


Reserved Word
Reserved Word adalah kata-kata baku yang digunakan dalam program dan sudah
terintergrated dalam pascal dan juga mempunyai bentuk serta kegunaan tertentu yang
telah didefinisikan oleh Pascal.
Reserved Word tidak boleh didefinisikan kembali oleh pemakai, sehingga tidak dapat
digunakan sebagai pengenal (Identifier). Dalam bahasa pemrograman Pascal,
beberapa Reserved Word dalam Pascal anatra lain:
AND DOWNTO IN OF STRING
ASM ELSE INHE RITED OR THEN
ARRAY END INLINE PACKED TO
BEGIN EXPORTS INTERFACE TYPE PROCEDURE
CASE FILE LABEL PROGRAM UNIT
CONST FOR LIBRARY RECORD UNTIL
REPEAT USES FUNCTION MOD CONSTRUCTOR
GOTO NIL SET VAR DESTRUCTOR
DIV IF NOT SHL WHILE
DO OBJECT SHR WITH IMPLEMENTATION
.
Selain dari Reserved Word di atas, Turbo Pascal masih memiliki tambahan Reserved
Word berikut:
ABSOLUTE ASSEMBLER ( ) FAR FORWARD INDEX
Beberapa Statemen Turbo Pascal
Statemen adalah perintah untuk pengerjaan program pascal. Statemen terletak di bagian
deklarasi statemen dengan diawali oleh kata cadangan BEGIN dan diakhiri dengan kata cadangan END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;]. Statemen statemen dalam bahasa Pascal terdiri dari pernyataan yang berupa fungsi dan prosedur yang telah disediakan sebagai perintah standar Turbo Pascal.
1. Statemen-statemen yang digunakan untuk input/output.
# Read/Readln [prosedur].
Perintah ini digunakan untuk memasukkan [input] data lewat keyboard ke dalam suatu variabel.
Sintaks: Read/Readln(x); (ingat, selalu diakhiri dengan titik koma [;])
Keterangan : x = variabel.
Read = pada statemen ini posisi kursor tidak
pindah ke baris selanjutnya.
Readln = pada statemen ini posisi kursor akan
pindah ke baris selanjutnya setelah di
input.
# ReadKey [fungsi].
Untuk pembacaan sebuah karakter dari keyboard. Tipe data
yang dihasilkan adalah char.
Sintaks: ReadKey;
# Write/Writeln [prosedur].
Digunakan untuk menampilkan isi dari suatu nilai variable di
layar.
Sintaks: Write/Writeln(x);
Keterangan : x = variabel.
Write/Writeln = statement ini digunakan untuk mencetak
variable ke dalam monitor
Contoh :
Program input;
Uses Crt;
Var nm : String;
npm : String;
Begin
Clrscr;
Writeln (‘masukkan nama dan NPM ‘);
Writeln (‘——————————’);
Write (‘nama anda : ‘);
Readln (nm);
Writeln (‘NPM anda : ‘);
Readln (npm);
End.
Bila dijalankan hasilnya adalah:
masukkan nama dan NPM
——————————
nama anda : ( di input )
NPM anda : ( di input )
2. Statemen-statemen yang digunakan untuk pengaturan letak layar.
# ClrScr [prosedur].
Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar.
sintaks: ClrScr; ..[Clear screen]
# GotoXY[prosedur].
Untuk menempatkan posisi kursor pada layar.
Sintaks: GotoXY(X, Y: Byte);
Keterangan : X = sumbu X (posisi horisontal)
Y = sumbu Y (posisi vertikal)
# DelLine [prosedur].
Untuk menghapus sebuah baris pada posisi kursor dan menaikkan
baris-baris dibawahnya.
Sintaks: DelLine;
# InsLine [prosedur].
Untuk menyisipkan sebuah baris pada posisi kursor dan meng-
geser kebawah tampilan-tampilan baris dibawahnya.
Sintaks: InsLine;
# Delay [prosedur].
Untuk menghentikan sejenak proses program.
Sintaks: Delay (MS: Word);
Keterangan : variable MS = ukuran waktu dalam milisecond.
Contoh :
Program Layar;
Uses Crt;
Var x : Char;
Begin
ClrScr;
GotoXY(35,10);Writeln (‘I Love Dinda’);
Write (tunggu sebentar…!!’);
Delay (5000);
InsLine;
GotoXY (35,11);Writeln (‘Aku sayang kamu’);
GotoXY(01,13);Writeln (‘Tekan Enter !’);
Delay(1000);
GotoXY(15,12);
DelLine;
Read(x);
End.
Hasilnya adalah :
I Love Dinda
tunggu sebentar…!!
Aku sayang kamu
Tekan Enter !
3. Statemen yang digunakan untuk memanipulasi string.
# ConCat[fungsi].
Untuk menggabungkan 2 atau beberapa variabel string.
Sintaks: ConCat (s1 [,s2,...,sn]: String) : String;
contoh: ConCat (‘ABC’,'DEF’) { ABCDEF }
# Copy [fungsi].
Mengambil satu atau beberapa karakter dari sebuah string.
Sintaks: Copy (S,Index,Count) : String;
Keterangan :
S = sebuah string (string).
Index = posisi awal kita akan mengambil beberapa
karakter (integer)
Count = banyaknya karakter yang akan diambil (integer).
# Delete [prosedur].
Menghapus sebagian karakter dari sebuah string.
Sintaks: Delete (S,Index,Count);
Keterangan : sama dengan statemen Copy.
# Insert [prosedur].
Menyisipkan satu atau beberapa karakter ke dalam sebuah string.
Sintaks: Insert (Source,var S,Index);
Keterangan : Source = sumber string untuk disisipi (string)
var S = string tujuan yang akan disisipi oleh
string Source (string)
Index = posisi mulai (integer).
# Length [fungsi].
Memberikan nilai panjang dari suatu string (jumlah karakter dalam string).
Sintaks: Length (S);
Keterangan : S = string
Length(S) menghasilkan nilai integer.
# Pos [fungsi].
Mencari posisi sebuah bagian string (substring) didalam
sebuah string.
Sintaks: Pos (Substr,S); {menghasilkan nilai Byte}
Keterangan : Substr = substring yang akan dicari posisinya di
dalam sebuah string S.
Bila bernilai 0 berarti nilai string yang dicari tidak ada.
# Str [prosedur].
Merubah nilai numerik ke dalam nilai string.
Sintaks: Str (N,S);
Keterangan :
N = data tipe integer,
S = data tipe string.
# Val [prosedur].
Merubah nilai string ke dalam nilai numerik.
Sintaks: Val (S,N,P);
Keterangan :
S = nilai string,
N = nilai real,
P = posisi salah.
Nilai string harus berisi angka, plus atau minus, bila tidak
berarti kesalahan dan letak kesalahannya ditunjukkan oleh va-
riabel posisi salah. Jika benar, maka nilai variabel tsb = 0
(nol).
# UpCase [fungsi].
Memberikan huruf kapital dari argumen.
Sintaks: UpCase (S);
Keterangan :
S = variabel bertipe karakter.
Contoh :
Program Man_String;
Uses Crt;
Var s : String;
l : Integer;
h : String;
Const a=’Dinda’;
b=’Bayi ‘;
c=’Sehatku’;
Begin
ClrScr;
s:= ConCat (a,b,c);
Writeln (s);
Insert (‘ & ‘,s,6);
Writeln(s);
Delete (s,7,7);
Writeln (s);
h:=Copy (s,1,5);
Writeln (h);
l:= Length(s);
Writeln (‘Panjangnya string S : ‘,l);
Writeln (‘Posisi “Sehat” pada nilai S : ‘,POS(‘Sehat’,s));
End.
Hasilnya adalah :
DindaBayiSehatku
Dinda & Bayi Sehatku
Dinda Sehatku
Dinda
Panjangnya string S : 16
Posisi “Sehat” pada nilai S : 7
4. Statemen-statemen untuk perhitungan aritmatik.
# Abs [fungsi].
Memberikan nilai mutlak dari suatu argumen.
Sintaks: ABS(x);
# ArcTan[fungsi].
Memberikan nilai dari fungsi arctangent dari perhitungan
goniometri.
Sintaks: ArcTan (x);
dimana x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasil-
kan nilai bertipe real.
# Cos [fungsi].
Memberikan nilai dari fungsi Cosinus.
Sintaks: Cos (x);
# Exp [fungsi].
Menghitung nilai pangkat dari bilangan e (bilangan alam),
yaitu sebesar x.
Sintaks: Exp (x);
x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasilkan
nilai bertipe real.
# Frac [fungsi].
Untuk mendapatkan nilai pecahan dari suatu bilangan.
Sintaks: Frac (x);
Tipe dari x sama seperti yang diatas.
# Int [fungsi].
Memberikan nilai integer (bilangan bulat) dari suatu variabel
dengan membuang bilangan di belakang koma.
Sintaks: Int (X);
# Ln [fungsi].
Digunakan untuk menghitung nilai logaritma alam (natural
logarithm) dari nilai x.
Sintaks: Ln (x);
# Sin [fungsi].
Memberikan nilai dari fungsi Sinus.
Sintaks: Sin (x);
# Sqr [fungsi].
Digunakan untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari suatu
bilangan.
Sintaks: Sqr (x);
Tipe dari x bisa berupa real maupun integer. Dan hasilnya a-
kan sama dengan tipe dari x.
# Sqrt (fungsi).
Digunakan untuk menghitung nilai akar dari suatu bilangan.
Sintaks: Sqrt (x);
Contoh :
Program Aritmatik;
Uses Crt;
Var x : Real;
Begin
Clrscr;
Write(‘Masukkan nilai dari X = ‘);
Readln (x);
If x <0 Then x:=Abs (x);
Writeln(‘Nilai X = ‘,x:5:2);
Writeln (‘Nilai eksponentialnya = ‘,EXP(x):9:3);
Writeln (‘Nilai logaritma alamnya = ‘,LN(x):9:3);
Writeln (‘Nilai integernya = ‘,INT(x):5:2);
Writeln (‘Nilai fraksionalnya = ‘,FRAC(x):5:2);
Writeln (‘Nilai X dipangkatkan = ‘,SQRT(x):9:3);
Writeln (‘Nilai X diakarkan = ‘,SQRT(x):9:3);
Write(‘Nilai X jika dimasukkan dalam ‘);
Writeln(‘fungsi Sin,Cos,Tangen: ‘);
Writeln(‘- Sinus = ‘,Sin(x):9:3);
Writeln(‘- Cosinus = ‘,Cos(x):9:3);
Writeln(‘- Tangen = ‘,ArcTan(x):9:3);
End.
Hasilnya :
masukkan nilai dari X = -2.5
Nilai X = 2.50
Nilai eksponensialnya = 12,182
Nilai logarima alamnya = 0,196
Nilai integernya = 2.00
Nilai fraksionalnya = 0.50
Nilai X dipangkatkan = 6.250
Nilai X diakarkan = 1.581
Nilai X jika dimasukkan dalam fungsi Sin,Cos,Tangen:
– Sinus = 0.598
– Cosinus = -0.801
– Tangen = 1.190
5. Statemen-statemen untuk transfer nilai dari suatu variabel.
# Chr [fungsi].
Merubah nilai dari byte ke bentuk karakter yang sesuai dengan kode ASCII.
Sintaks: Chr (x);
Keterangan : x bertipe byte
contoh : Writeln (Chr (61));
hasilnya : a
# Ord [fungsi].
Merubah nilai suatu variabel dari bentuk karakter ke bentuk
longint.
Sintaks: Ord (x);
Keteranagn : x bertipe char
contoh : Writeln(Ord (‘B’)); hasilnya : 42
# Round [fungsi].
Membulatkan data tipe real ke data tipe longint.
Sintaks: Round (x);
Keterangan : Jika nilai pecahan < 0,5 maka dibulatkan kebawah.
Jika nilai pecahan > 0,5 maka dibulatkan keatas.
contoh : Writeln(’10/3 dibulatkan = ‘,Round(10/3));
hasilnya : 10/3 dibulatkan = 3
# TRUNC [fungsi].
Membulatkan kebawah data tipe real ke data tipe longint.
Sintaks: Trunc (x);
contoh :
Writeln(’20/3 dibulatkan kebawah = ‘,
Trunc (20/3));
hasilnya : 20/3 dibulatkan kebawah = 6
6. Statemen-statemen untuk memanipulasi data.
# Pred [fungsi].
Memberikan nilai sebelum nilai argumen dalam urutannya dalam
ASCII.
Sintaks: Pred (x);
# Succ [fungsi].
Memberikan nilai sesudah nilai argumen dalam urutannya dalam
ASCII.
Sintaks: Succ (x);
# Inc[fungsi].
Menambah (increments) nilai suatu variabel.
Sintaks: Inc (x,i); {i >= 1}
# Dec [fungsi].
Mengurangi (decrements) nilai suatu variabel.
Sintaks: DEC(x,i); {i >=1}
Contoh :
Progam Man_Data;
Uses Crt;
Type
hari = (hr0,hr1,hr2,hr3,hr4,hr5,hr6,hr7)
Var
urutanhr : hari;
Const
namahr : Array [hr1..hr7] of String [6]=
(‘Senin’,'Selasa’,'Rabu’,'Kamis’,
‘Jumat’,'Sabtu’,'Minggu’);
Begin
Writeln(‘Daftar Nama Hari);
urutanhr := hr0;
While Urutanhr < hr7 DO
Begin
urutanhr := Succ(urutanhr);
Write(‘hari ke ‘,Ord(Urutanhr):2,’ adalah ‘);
Writeln(namahr[urutanhr]);
End;
End.
hasilnya adalah :
Daftar Nama Hari
hari ke 1 adalah Senin
hari ke 2 adalah Selasa
hari ke 3 adalah Rabu
hari ke 4 adalah Kamis
hari ke 5 adalah Jumat
hari ke 6 adalah Sabtu
hari ke 7 adalah Minggu
7. Statemen-statemen tambahan (warna,suara dan window).
# TextColor [prosedur].
Untuk mengatur warna dari karakter-karakter di layar.
Sintaks: TextColor (color : Byte);
Catatan : untuk pilihan warna lihat pada buku Turbo Pascal yang anda miliki.
Daftar TextColor :
(2) .. Hijau Muda (3) .. Hijau pupus (4) .. Merah
(5) .. Ungu Tua (6) .. Kuning (7) .. Putih
(8) .. Biru Tua (9) .. Biru Cerah (10) .. Hijau Muda
(12) .. Merah Muda (13) .. Ungu Cerah (14) .. Kuning Muda
(15) .. Ungu Pupus (16) .. Hitam
Daftar TextColor dengan Blink :
(17) .. Biru Tua (18) .. Hijau Muda (19) .. Hijau Pupus
(20) .. Merah (21) .. Ungu Tua
# TextBackGround [prosedur].
Untuk mengatur warna latar belakang dari karakter-karakter di layar.
Sintaks: TextBackGround (Color : Byte);
# Window [prosedur].
Untuk membuat suatu jendela (window) yang terletak pada layar.
Sintaks: Window (x1,x2,y1,y2 : Byte);
x1,x2 = kordinat kiri atas dengan nilai maksimal
sesuai dengan mode layar.
y1,y2 = kordinat kanan bawah dengan nilai
maksimal sesuai dengan mode layar.
# TextMode [prosedur].
Untuk mengatur lebar layar, 80 kolom atau 40 kolom.
Sintaks: TextMode(Mode: Byte);
Default = C80
# Sound [prosedur].
Untuk mengaktifkan suara (beep) pada internal speaker.
Sintaks: Sound (Hz : word);
Untuk mengnonaktifkannya, gunakan statemen NoSound.
Contoh :
Program Layar2;
Uses Crt;
Begin
ClrScr;
Window (5,5,20,75);
TextBackGround(Red); .. anda juga bisa menggunakan angka (4)
TextColor(Yellow);
Sound (220);
GotoXY(10,7);
Writeln(‘I Love Dinda’);
GotoXY(11,7);
Writeln(‘Bayi Sehatku’);
NoSound;
End.
Terima kasih telah membaca artikel ini semoga berguna untuk anda.

sumber nusinau.com

Array Pada Pascal


Array adalah variabel yang dapat menyimpan lebih dari satu nilai sejenis. Terdapat dua bagian penting yaitu elemen array yang merupakan nilai dan endeks array yang merupakan nilai urut untuk mengakses nilai pada array.
Berikut ini contoh array A dengan 10 buah elemen tiap elemen memiliki nilai antara 10 hingga 100.
A[1]A[2]A[3]A[4]A[5]A[6]A[7]A[8]A[9]A[10]
12345678910
102030405060708090100
Deklarasi Array.
Array dideklarasikan pada bagian deklarasi. Deklarasi umum dari array adalah
NamaArray : array[IndeksAwal..IndeksAkhir] of tipe_data;
Contoh: Jika akan mendeklarasikan viriabel A sebagai Array dengan 10 elemen bertipe integer :
Var
A: array [1..10] of Integer;
Contoh lain:
A1: array[0..9] of Integer;
A1: array[10..20] of Integer;
A1: array[‘a’..’j’] of Integer;
Mengakses elemen Array
Untuk memberikan nilai pada variabel array dapat dengan menggunakan parameter berikut :
NamaArray [indeks]:=nilai;
Contoh
Var
A: array[1..10] of integer;
Begin
A[1]:=1; {Mengisikan elemen 1 dengan nilai 1}
A[9]:=200; {Mengisi elemen 9 dengan nilai 200};
End.
Array sebagai konstanta
Nilai pada array dapat bernilai konstan. Dapat kita lakukan dengan mendeklarasikannya pada bagian constanta.
Bentuk umum pendeklrasiannya adalah:
Const
NamaArray : array[IndeksAwal..IndeksAkhir] of Tipe_Data = (nilai1, nilai2,………);
Banyaknya nilai konstanta harus sama dengan jumlah elemennya.
Contoh penggunaanya
Program ArrayKonstanm;
Uses Wincrt;
Const
Hari : array[1..2] oof string = (‘senin’,'selasa’,'rabu’,'kamis’,'jumat’,'sabtu’,'minggu’);
Var
noHari:integer;
begin
clrscr;
write(‘Masukan nomor harinya : ‘);readln(noHAri);
write(‘Hari ke’,noHari,’adalah’,Har[noHari]);
end.
Jika dieksekusi maka hasilnya adalah:
Masukan nomor harinya : 2
Hari ke 3 adalah rabu
Array saebagai parameter
Array pada waktu tertentu dapat digunakan sebagai parameter dari suatu proesdur atyau fungsi. Contoh
Type
Bilangan = array [1..100[ of integer;
Procedure InputArray(A:bilangan; N:integer);
var
i:integer;
begin
for i:=1 to N do
write('Masukan elemen array ke ',i); readln(A[i]);
end.
Contoh diatas adalah prenggunaan array sebagai parameter untuk memberikan nilai pada suatu array tertentu.
Array berisi record
Caranya adalah mendefinisikan record terlebih dahulu yang kemudian akan digunakan sebagai tipe data pada saat pendeklarasiaan array. Contoh:
Type
Tsiswa = record
NIM:=string[9[;
Nama:string[25];
End;
TkumpulanSiswa = array [1..100] of Tsiswa;
Var
A: TkumpulanSiswa;
Variabel A diatas akan menampung 100 buah record yang bertipe Tsiswa. Sementara untuk record berisi array dengan contoh perhitungan nilai siswa berikut : Nilai = (20% * kuis) + (30% * UTS) + (50% * UAS). Maka kita dapat mendefinisikan mahasiswa sebagai tipe record yang memiliki 3 nilai dengan menggunakan array. Yaitu:
Type
Tsiswa = record
NIM:=string[9[;
Nama:string[25];
Nilai = array [1..3] of real;
Kode diatas menunjukan bahwa setiap mahasiswa memiliki 3 nilai.
Metode pencarian pada Array
Ada beberapa macam teknik dalam mendapatkan nilai dari suatu elemen pada array salh satunya dengan metode pencarian beruntun.Contoh:
Program CaraiBeruntun;
Uses Wincrt;
Const
N : array[1..5] of integer= (10,20,30,40,50);
Var
a,b,index : integer;
begin
clrscr;
write(‘Masukan nilai yang akan dicari : ’);readln(a);
index:=0;
for b:=1 to 5 do begin
if N[b] = a then begin
index:=b;
break;
end;
end;
writeln(a,’ adalah nilai yang ditemukan pada index ke ’,index);
end.
Array 2 dimensi
Array 2 dimensi adalah array yang memiliki 2 buah elemen bertipe array yang berbentuk kolom dan baris. Pendeklarasiannya adlah sebagai berikut:
NamaArray : array[1..BanyakBaris, 1..BanyakKolom] of tipe_data;
Contoh
Array2D : array[1..3, 1..4] of integer;
Sedangkan untuk mengaskes maupun memberikan nilai dengan parameter:
Array2D [2,3]:=200; {Mengisikan nilai 200 pada baris 2 kolom 3}
RMD
rahmads89@gmail.com

Pengenalan Array dan String


Array merupakan koleksi data dimana setiap elemen memakai nama dan tipe yang sama serta setiap elemen diakses dengan membedakan indeks array-nya. Berikut adalah contoh variable bernama c yang mempunyai lokasi memori yang semuanya bertipe int.
C[0] = -45;
C[1] = 6;
C[2] = 0;
C[3] = 72;
C[4] = 1543;
C[5] = 43;
C[6] = 4;
Masing-masing nilai dalam setiap lokasi mempunyai identitas berupa nama c dan nomor indeks yang dituliskan di dalam tanda kurung ‘[..]’. sebagai contoh, 72 adalah nilai dari c[3].
Deklarasi Array
Variable array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe dan nama variable yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat. Dengan demikian, deklarasi untuk variable array c di atas adalah :
int c[7];
Perlu diperhatikan bahwa C++ secara otomatis menyediakan lokasi memori yang sesuai dengan yang dideklarasikan, dimana nomor indeks selalu dimulai dari 0. Nilai suatu variable array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat deklarasi, misalnya;
Int c[7] = {-45, 0, 6, 72, 1543, 43, 4}
Berarti setiap lokasi memori dari variable array c langsung diisi dengan nilai-nilai yang dituliskan didalam tanda kurung kurawal.
Banyaknya lokasi memori dapat secara otomatis disediakan sesuai degan banyaknya nilai yang akan dimasukkan, seperti contoh berikut yang tentunya membuat variable array dengan 10 lokasi memori:
Int x []={10, 15 12, 5, 13, 9, 6, 17, 25, 31};
Untuk memperjelas gambaran anda tentang array perhatikan contoh aplikasi variable array, yaitu program untuk menghitung jumlah setiap elemen dalam suatu array.
Sebagai gambaran dari program tersebut, dapat dibuat sebuah algoritma sebagai berikut:
  1. Tentukan elemen array sebanyak yang diinginkan (dalam hal ini, elemen array tersebut berjumlah 12 buah)
  2. Tentukan nilai awal indeks, batas akhir indeks dan kenaikannya (dalam hal ini, nilai awal indeks adalah 0, batas akhir indeks adalah jumlah elemen array diatas yaitu 12 dikurangi dengan 1, kenaikannya adalah 1)
  3. Lakukan perulangan sesuai dengan langkah 2
  4. Lakukan penjumlahan masing-masing elemen array sampai batas akhir indeks terpenuhi
  5. Tampilkan penjumlahan semua elemen array
  6. Selesai.
Sedangkan implementasi dalam program dapat dilihat berikut ini.
Contoh Program array
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
/*Program :array1.cpp*/
#include 
#define SIZE 12
main()
{
  int a[SIZE]={1, 3, 5, 4, 7, 2, 99, 16, 45, 67, 89, 45};
  int indeks, total =0;
  for(indeks=0; indeks<=SIZE-1; indeks++)
    total += a[indeks]; 
  printf("\nTotal setiap elemen array adalah %d",total);
  return 0;
}
Bila program diatas dijalankan, akan muncul hasil :
Total setiap elemen array adalah 383
Adapun keterangan dari program diatas adalah sebagai berikut :
Hasil penjumlahan setiap elemen array diperoleh dari jumlah data atau elemen array sebanyak 12 buah yang sudah didefinisikan pada awal program yaitu #define SIZE 12. Kemudian setiap elemen array dari a[0] yang berisi data, a[1] yang berisi data 3 di jumlahkan sampai dengan a[11] yang berisi data 45. Proses penjumlahan dilakukan pada loop dimulai dari 0 sampai data yang terakhir atau elemen terakhir.
Array Dimensi Satu
Bentuknya :
Tipe nama_var[ukuran];
Dengan :
Tipe : menyatakan jenis elemen array (int, char, unsigned, dan lain-lain)
Ukuran : menyatakan jumlah maksimal elemen array
Contoh :
Float nilai_ujian[5];
Pada turbo C++ array disimpan dalam memori secara berurutan. Elemen pertama berindeks nol digambarkan sebagai berikut :
Nilai_ujian[0]
Nilai_ujian[1]
Nilai_ujian[2]
Nilai_ujian[3]
Nilai_ujian[4]
Masing-masing berbentuk float dan berjumlah 5 elemen.
Selain itu, deklarasi array juga dapat berupa :
Static int bulan[12]={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12}
Sesuai dengan deklarasi array diatas, maka isi variable array telah ditentukan yaitu :
Bulan[0] bernilai 1
Bulan[1] bernilai 2
Bulan[2] bernilai 3
Bulan[3] bernilai 4
Bulan[4] bernilai 5
Bulan[5] bernilai 6
Bulan[6] bernilai 7
Bulan[7] bernilai 8
Bulan[8] bernilai 9
Bulan[9] bernilai 10
Bulan[10] bernilai 11
Bulan[11] bernilai 12
Untuk memperjelas tentang array dimensi satu, perhatikan maslah berikut ini :
Misalkan Anda diminta membuat algoritma dan program untuk menampilkan bilangan dari 1 sampai bilangan 10, dengan pangkatnya masing-masing. Adapun batas nilai maksimal yang disimpan adalah 100.
Sesuai yang telah Anda pelajari , bahwa bilangan 1 pangkatnya adalah 1. Hasil ini diperoleh dari 1*1, kemudian bilangan 2 pangkatnya adalah 4, hasil ini diperoleh dari 2*2 sampai bilangan 10 yang pangkatnya adalah 100, hasil ini diperoleh dari 10*10.
Algoritma dari permasalahan diatas adalah berikut ini :
1. Tentukan elemen array untuk menampung nilai perkalian
2. Tentukan nilai awal indeks, batas akhir indeks dan kenaikannya (dalam hal ini , nilai awal indeks adalah 0, batas akhir indeks adalah 10, dan kenaikannya adalah 1)
3. Lakukan perulangan sesuai langkah 2
4. Nilai awal indeks ditambah dengan 1
5. Lakukan perkalian masing-masing elemen array sampai batas akhir indeks terpenuhi.
6. Tampilkan perkalian semua elemen array
7. Selesai .
Contoh program array dimensi satu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
/*Program :array2.cpp*/
#include 
int main()
{
  int square[100];
  int i; /*loop index*/;
  int k; /*the integer*/
 
  /*calculate the squares */
  for (i=0; i<10; i++)
  {
    k= i+1;
    square[i]=k*k;
    printf("\nPangkat dari %d adalah %d ", k, square[i]);
  }
  return 0;
}
Bila program dijalankan akan muncul hasil :
Pangkat dari 1 adalah 1
Pangkat dari 2 adalah 4
Pangkat dari 3 adalah 9
Pangkat dari 4 adalah 16
Pangkat dari 5 adalah 25
Pangkat dari 6 adalah 36
Pangkat dari 7 adalah 49
Pangkat dari 8 adalah 64
Pangkat dari 9 adalah 81
Pangkat dari 10 adalah 100
Penjelasan :
Dari program diatas, Anda dapat melihat ada 10 buah elemen yang masing-masing nilainya akan dipangkatkan, mulai dari 1 sampai 10. Dimana dalam memori sudah dipesan tempat sebanyak 100.
Sedangkan apabila array akan dikirim ke sebuah fungsi caranya adalah hanya dengan mencantumkan nama array tanpa diikuti dengan tanda apapun, seperti contoh berikut :
int c[5] = {-45, 0, 6, 72, 1543};


JUMLAH (c, 5)
—-
Dalam contoh diatas, yang memanggil fungsi JUMLAH dengan mengirimkan argument berupa variable array c dan sebuah konstanta 5. Perhatikan bahwa variable array ditulis hanya c tanpa notasi tambahan apapun. Deklarasi variable array yang menjadi parameter dari suatu fungsi dituliskan dengan nama variable array yang diikuti dengan tanda kurung [], tanpa menuliskan banyaknya lokasi memori yang diinginkan.
ARRAY DIMENSI DUA
Struktur array yang dibahas diatas mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut variable array berdimensi satu. Pada bagian ini ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.
Sebagai contoh, sebuah matrik B berukuran 2 X 3 dapat dideklarasikan dalam C seperti berikut : int B[2][3] = {[2, 4, 1}, {5, 3, 7}}; yang menempati lokasi memori dengan susunan sebagai berikut :
0 1 2
0 2 4 1
1 5 3 7
Dan definisi variable untuk setiap elemen tersebut adalah :
0 1 2
0 b[0][0] b[0][1] b[0][2]
1 b[1][0] b[1][1] b[1][2]
Sebagai implementasi dari keterangan diatas, perhatikan program berikut ini :
Contoh Program array dimensi dua
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
/*Program :array2.cpp*/
#include 
void printArray(int[][3]);
main()
{
  int matrik1[2][3] = {{1, 2, 3},{4, 5, 6}};
  int matrik2[2][3] = {1, 2, 3, 4, 5};
  int matrik3[2][3] = {{1, 2},{4}};
  printArray (matrik1);
  printArray (matrik2);
  printArray (matrik3);
  return 0;
}
 
void printArray (int a[][3])
{
  int i,j;
  for (i=0; i<=1; i++)
  {
    for (j=0; j<=2; j++)
    printf("%d",a[i][j]);;
    printf("\n");
  }
}
Bila program diatas dijalankan, akan mucul hasil :
123
456
123
450
120
400
Penjelasan :
Dari program diatas untuk matrik 1, penulisannya adalah 123 456, sedangkan pada matrik 2 penulisannya adalah 123 450. 0 disini mempunyai arti tempat yang disediakan untuk data kolom ke 3 dan baris ke 2 tidak diisi. Sedangkan matrik 3 penulisannya adalah 120 400. Dari matrik 3 disini kita bisa melihat bahwa pada baris pertama kolom ketiga data tidak diisi dan dianggap 0 dan pada baris kedua kolom kedua dan ketiga juga tidak diisi juga diisi 0.
Dalam program tersebut, juga digunakan fungsi untuk menampung hasil penjumlahan matrik.
Perhatikan contoh lain :
Int datasiswa[4][3];
Deklarasi diatas digunakan untuk mendeklarasikan suatu data siswa yang berbentuk demikian :
No Nama Kelas Jumlah Siswa
Tahun 1989 Tahun 1990 Tahun 1991
1 Kelas 1 50 55 49
2 Kelas 2 60 60 55
3 Kelas 3 56 56 56
4 Kelas 4 49 50 54
Dari deklarasi diatas maka angka empat [4] menyatakan jumlah kelas, dan angka indek [3] menyatakan tahun.
Data siswa [0][2] adalah Kelas 1 dan jumlah siswa tahun 1990 yaitu 55. Atau jumlah siswa kelas 1 pada tahun 1990 adalah 55.
Bentuk data siswa dapat juga digambarkan sebagai berikut :
1 2 3
1 50 55 49
2 60 60 55
3 56 56 56
4 49 50 54
Array ini dapat pula diberi nilai tetap dengan static seperti pada array dimensi satu. Deklarasinya adalah sebagai berikut :
Static int jumlah [4][3]=
{
50, 55, 49,
60, 60, 55,
56, 56, 56,
49, 50, 54
};
ARRAY DIMENSI BANYAK
Array ini seperti array dimensi dua tetapi dapat memiliki ukuran yang lebih besar. Sebenarnya array dimensi banyak ini tidak terlalu sering digunakan, tetapi sewaktu-waktu kalau dimensi yang dibutuhkan banyak, maka array ini sangat memegang peranan yang penting.
sumber nusinau.com

Struktur Data


Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam komputer agar bisa dipakai secara efisien. Sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata. Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol.
Secara garis besar type data dapat dikategorikan menjadi:
Type data sederhana.
  • Type data sederhana tunggal, misalnya Integer, real, boolean dan karakter.
  • Type data sederhana majemuk, misalnyaString
Struktur Data, meliputi:
  • Struktur data sederhana, misalnya array dan record.
  • Struktur data majemuk, yang terdiri dari:
Linier : Stack, Queue, sertaList dan Multilist
Non Linier : Pohon Biner dan Graph
Pemakaian struktur data yang tepat didalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana.
Struktur data yang standar yang biasanya digunakan dibidang informatika adalah:
* List linier (Linked List) dan variasinya
* Multilist
* Stack (Tumpukan)
* Queue (Antrian)
* Tree ( Pohon)
* Graph ( Graf )
REVIEW RECORD (REKAMAN)
Disusun oleh satu atau lebih field. Tiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan sebelumnya. Nama rekaman ditentukan oleh pemrogram.
Rekaman disebut juga tipe terstruktur.

sumber nusinau.com

Rabu, 18 Januari 2012

Sejarah Teknologi Android Semua Versi

Teknologi – Apa itu Android? siapa yang menciptakan Android? dan kapan Android pertama diperkenalkan? Apa yang keunggulan Android? Semua pertanyaan tersebut mungkin sebagian dari anda belum paham. Berikut adalah sharing tentang teknologi Android dari kami.

Perkembangan teknologi smartphone saat ini sangat pesar sekali, hal itu tidak dipungkiri oleh munculnya sistem operasi baru yang khusus dirancang untuk telepon selular yaiut bernama Android. Android secara umum dikenal sebagai sistem operasi telepon selular yang berbasis Linux. Kemudia siapa yang menciptakan Android? Mungkin sebagian dari kita sudah mengetahui bahwa Android adalah sebuah teknologi sistem operasi telepon selular yang ciptakan oleh Google. Hal itu salah besar, sebab Android pertama kali dikembangkan oleh perusahaan telepon selular yang berlokasi di California, AS yaitu bernama Android Inc sejak tahun 2000.
Dengan melihat potensi serta rumor akan perkembangan teknologi selular masa depan cukup baik, maka Google akhirnya tertarik untuk melakukan kerjasama dengan Android Inc. Dan pada akhirnya Google membelinya untuk dikembangkan lebih baik lagi. Google membentuk tim yang bernama Open Handset Alliance yang (OHA) dengan menggandeng 34 perusahaan software dan hardware serta telekomunikasi, mereka terdiri dari Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, Nvidia dan sebagainya.
Tanggal 5 November 2007, Andorid menyatakan untuk mendukung pengembangan open source pada perangkat mobile. Di lain pihak, Google merilis kode-kode android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan open source platform perangkat seluler. Terdapat 2 jenis distributor sistem operasi Andoroid, yakni yang pertama distributor yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google main Service(GMS) dan kedua adalah yang benar-benar bebas di distribusikan tanpa dukungan langsung dari google atau di kenal Open Handset Distribution(OHD).
September 2007, Google mengenalkan Nexus One, jenis smartphone yang menggunakan android sebagai OS-nya. Nexus di produksi oleh HTC corporation dan tersedia di pasaran pada 5 januari 2008. Pada 9 desember 2008, terdapat aliansi baru yang bergabung dengan Android yakni ARM holdings, Atheros Communication, Asus, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba dan Vodafone.
Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.
Berikut adalah sejarah dan fitu sistem operasi Android semua versi:


Android Versi 1.0 (Apple pie)
Android 1.0 dirilis pada tanggal 23 September 2008 yang memiliki kode nama Apple pie serta ukuran layar 320×480 HVGA.


Android Versi 1.1 (Banana bread)
Android 1.1 dirilis pada tanggal 9 Februari 2009 yang memiliki kode nama Banana bread serta ukuran layar 320×480 HVA.


Android 1.5 (Cupcake)
Android 1.5 dirilis pada tanggal 30 April 2009 yang memiliki kode nama Cupcake. Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur yakni kemampuan merekam dan menonton video, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon seluler, dukungan Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.


Android 1.6 (Donut)
Android 1.6 dirilis pada tanggal 15 September 2009 yang memiliki kode nama Donut. Versi ini perbaikan dari Android Cupcake dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel); pengadaan resolusi VWGA.


Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Android versi 2.0/2.1 dirilis pada tanggal 3 Desember 2009 yang memiliki kode nama Eclair. perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.


Android versi 2.2 (Froyo)
Android versi 2.2 dirilis pada tanggal 20 Mei 2010 yang memiliki kode nama Froyo. Froyo akan memperkenalkan peningkatan kecepatan dengan JIT optimalisasi dan Chrome V8 mesin JavaScript, dan menambahkan Wi-Fi hotspot dan dukungan Adobe Flash.


Android versi 2.3 (Gingerbread)
Android versi 2.3 dirilis pada tanggal 6 Desember 2010 yang memiliki kode nama Gingerbread. Android Gingerbread adalah android yang mempermudah pengguna antarmuka , meningkatkan keyboard lunak dan fitur copy / paste, dan menambahkan dukungan untuk Near Field Communication. pada versi ini Android telah melakukan update sebanyak 5 kali yang dirilis pada tanggal yang berbeda-beda serta penambahan difitur-fitur baru, mereka masing-masing adalah Android 2.3.3, Android 2.3.4, Android, 2.3.5, Android 2.3.6, dan terahir Android 2.3.7


Android versi 3.0 (Honeycomb)
Android versi 3.0 dirilis pada tanggal 15 Juli 2011 yang memiliki kode nama Honeycomb. Di versi ini Android akhirnya jalan pada sebuah Tablet, dan tablet pertama yang menggunakan sistem operasi Honeycomb adalah Motorola Xoom.


Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich)
Android versi 4.0 dirilis pada tanggal 19 Oktober 2011 yang memiliki kode nama Ice Cream Sandwich. Di versi Android menyempurnakan seluruh GUI yang dibangun dan penambahan fitur seperti Facial recognition (Face Unlock),  UI use Hardware acceleration, Better voice recognition (dictating/Voice typing), Web browser, allows up to 16 tabs, Updated launcher (customizable), Android Beam app to exchange data through NFC, Resizeable widgets.


Berikut adalah logo masing-masing versi sistem operasi Android: